Posted by: tariancermin on: April 17, 2007
aku kehujanan, tiada payung
kota bagai puisi
yang menetesi kata demi kata
dan kau dengan setia memungutnya
tanpa malu-malu
meski yang kau temui selalu saja kegelapan
tak mampu mengirim cahaya ke bukit-bukit itu.
Lhokseumawe, Aceh, Desember 1995
April 20, 2007 pada 1:06 pm
aku suka yang ini, pèndèk tapi diksinya bagus.