Posted by: tariancermin on: April 17, 2007
tak ada salahnya kita saling memanggil
pada jarak tak terucapkan
kita membeku dalam kotak-kotak sunyi
kehilangan waktu bicara
tak sempat membaca
meski suratkabar tetap menulis
peristiwa yang tiap saat harus kita tunda
karena jalan kecil, kota menggoreskan air mata
panggillah beberapa kali
hingga kita sama-sama mengerti
apa yang perlu kita lakukan
duduk pada satu sudut
memperbincangkan penanggalan yang lewat
dan sunyinya sebuah senja
ketika kita saling memanggil
jarak menetes dalam genggaman
kita berlomba: gairah mengirim luka.
Trienggadeng, 1996
Komentar Terakhir