Posted by: tariancermin on: April 17, 2007
kita tulis kegirangan-kegirangan dalam buku yang lain
setelah pagi menyuguhkan air mata dan darah
yang kita seduh bersama kopi dan roti: menjadi bagian
kegembiraan kita tiap hari
lalu kita kutip nasib menjadi kegembiraan-kegembiraan kecil
sambil menyesali hari-hari gemerlap yang berlalu
tanpa sedikitpun kita beri tanda: hanya jejak-jejak kecil
bergaris dalam pandangan kita yang buram
sambil terus meyakini: pagi-pagi tetap akan menjelma halaman
dimana kau menari dengan bunga di tangan.
Jakarta, 14 Oktober 1997.
Komentar Terakhir