TARIAN CERMIN

Archive for April 2007

Kawan-kawan, penggiat dan penikmat puisi. Seorang teman menawarkan saya untuk menerbitkan antologi puisi. Maka, saya pun menyodorkan puisi-puisi lama saya, terutama bertahun penciptaan 1990-an. Dan puisi-puisi itu saya biarkan apa adanya, tidak saya edit dan koreksi lagi (Tentang ini bisa membaca: “Tarian Cermin”). Saya hanya membuka file-file lama, lalu mengumpulkannya, dan mengirimkan puisi-puisi itu ke teman yang berjanji mau menerbitkan itu. Baca entri selengkapnya »

Iklan

aku menulis kesedihan dalam bus yang bergerak
kota mengajari aku menemukan air mata
tiap saat mesti kupahami dengan kekekalan cinta
kukenang berkali-kali tarian di bibirmu:
laut menjerumuskan kita bila tak pintar mengakrabi cuaca
aku menjadi pelaut yang gemar mencatat buih
melempar kail di mana-mana

Jakarta, Nopember 1996

tak ada salahnya kita saling memanggil
pada jarak tak terucapkan
kita membeku dalam kotak-kotak sunyi
kehilangan waktu bicara
tak sempat membaca
meski suratkabar tetap menulis
peristiwa yang tiap saat harus kita tunda
karena jalan kecil, kota menggoreskan air mata

Baca entri selengkapnya »

aku kehujanan, tiada payung
kota bagai puisi
yang menetesi kata demi kata
dan kau dengan setia memungutnya
tanpa malu-malu
meski yang kau temui selalu saja kegelapan
tak mampu mengirim cahaya ke bukit-bukit itu.

Lhokseumawe, Aceh, Desember 1995

adakah kau menunggu, pada sudut
yang bebas dari tempias hujan
menandai sebuah sunyi dan dingin malam
sambil kau baca surat-surat yang belum selesai kutuliskan
sambil menatap hari-hari yang gelisah

Baca entri selengkapnya »

Inilah ujian, katamu. Mewarnai kegembiraan kemarin
kau pun mengamit kabut membawa tidur dan menjadi mimpi-mimpi indah
yang selalu kau sematkan dalam hatiku setiap berangkat kerja
“ini adalah kebahagiaan yang tertunda,” begitu selalu katamu.

Baca entri selengkapnya »

kita tulis kegirangan-kegirangan dalam buku yang lain
setelah pagi menyuguhkan air mata dan darah
yang kita seduh bersama kopi dan roti: menjadi bagian
kegembiraan kita tiap hari

Baca entri selengkapnya »