TARIAN CERMIN

KOSONG

Posted on: April 17, 2007

kadang kita harus selalu ingat, jalan tidak seperti diperkirakan
maka bersiaplah untuk bersedih, untuk menerima nasib yang dingin
dan segala keinginan membusuk dalam coretan di dinding

begitulah yang kucoba pahami kini: Sebuah kota tiba-tiba saja
meledak dalam genggaman
aku ingin bersedih, sebagaimana juga engkau mungkin,
senantiasa mengharapkan bukit-bukit yang meninggi, bulan yang perak
dan diatasnya kita menari

tarianku kini kosong, tidak ada pentas maupun ruang
dimana harus menumpahkan segala gelinjang keinginan
buat melukiskan sebuah rumah yang manis
sebagaimana pernah kita cita-citakan: Ada sebuah kolam
dan sejumlah anak-anak bermain dengan girangnya
di tepinya kita mencatat waktu sambil tersenyum

tapi selalu saja aku terlempar pada jurang kemarau
hingga membuatku ngeri mengajakmu pergi: Sudah siapkah kau pahami
musim yang datang tiba-tiba seperti sekawanan burung dengan ganas
mematuk hari-hari kita?
Jakarta, 15 Agustus 1997

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: