TARIAN CERMIN

LEDAKAN KOTA-KOTA

Posted on: April 17, 2007

kota tiba-tiba meledak dalam arlojimu
mengirim kebingungan
sebagai penyair, aku pun mengutip sajak-sajakmu
tanpa sempat menyesalkan banyak hal
atau melukis kota-kota dengan semangat air mata

syukur, aku tak sempat mencatat cerita demi cerita
dari republik terluka
hingga tak ada yang perlu ditunda
tidak ada yang harus terluka

kota yang meledak adalah kehangatan sejarah
melingkar pada musim-musim sunyi
aku menjadi sangat menikmati setiap detak
jantung air mata
juga seluruh suara-suara yang meluncur dari
kedalaman persentuhan kita

tuhan membalut semua cerita itu
dengan kembang-kembang di bibirmu
yang senantiasa kubaca dalam kebugaran cinta.

Jakarta, Nopember 1996

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: