TARIAN CERMIN

MELEPAS MATI

Posted on: April 17, 2007

setelah semuanya tinggal puing
dan seolah tak ada lagi yang patut dihayati
lupakanlah,
sebagaimana mereka dengan girang melupakan dan
mengubur diri kita

biar saja sejarah membicarakan dirinya sendiri
engkau tidak perlu mengenang
sebagaimana mereka tidak mau sibuk mengurus
kubur-kubur kita

tak perlu ada upacara-upacara itu
tak perlu ada tangis
biarkanlah arloji kita meleleh dan tak perlu menyesali
sebagaimana mereka tak menyesal
melepaskan keberangkatan kita
pergi tak kembali.

Bandung, 13 Desember 1996.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: