TARIAN CERMIN

MEMO MUSIM (1)

Posted on: April 17, 2007

Apa yang kita dengar dari gemerisik angin
saat usia makin merimbun
adakah masa silam telah mematangkan
hari-hari kita
mengajari kita tentang banyak hal: kegembiraan, air mata, dan hati yang pedih menghadapi banyaknya persoalan
di bumi yang sakit

sebelum sempat beranjak, mari kita hening sebentar
memperhatikan langit: adakah wajah kita makin cerah
atau justeru makin berkabut
saat semuanya harus dipertaruhkan,
termasuk hati, juga kegembiraan orang lain,
dan mengubur kenangan-kenangan pahit
setelah kita menemukan rumah-rumah,
setelah kita lelap dengan berbagai menu di meja makan

apa yang kita petik dari perjalanan ini
dari berisik jalan raya, adakah kangen
setelah berabad-abad kita berlari
mengejar kota-kota
lalu lahir beribu kali: rupa penuh warna

adakah kita pahami kelahiran itu?

Jakarta, 6 Oktober 1997

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: