TARIAN CERMIN

MEMO MUSIM (2)

Posted on: April 17, 2007

kita tulis kegirangan-kegirangan dalam buku yang lain
setelah pagi menyuguhkan air mata dan darah
yang kita seduh bersama kopi dan roti: menjadi bagian
kegembiraan kita tiap hari

lalu kita kutip nasib menjadi kegembiraan-kegembiraan kecil
sambil menyesali hari-hari gemerlap yang berlalu
tanpa sedikitpun kita beri tanda: hanya jejak-jejak kecil
bergaris dalam pandangan kita yang buram

sambil terus meyakini: pagi-pagi tetap akan menjelma halaman
dimana kau menari dengan bunga di tangan.

Jakarta, 14 Oktober 1997.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: