TARIAN CERMIN

MEMO PAGI

Posted on: April 17, 2007

Wid, buatkan aku nasi goreng, dua telur dadar, tambah sedikit kopi
tanpa gula
aku ingin bercermin antara enaknya masakanmu dan kopi pahit itu
seperti halnya aku selalu menikmati hari-hari tanpa roti, tanpa bak mandi
di kamarku
dan aku hanya menikmati sajak-sajakmu, ya buat roti juga untuk bak mandi

tapi malam ini aku belum dapat mengirim satu pesan buatmu
masih ada kota yang gelap; membuatku selalu ketakutan untuk memulai
apalagi memintamu menyediakan sepotong selimut,
atau sebaris sajak untuk makan malamku
maka itu, esok pagi, aku belum bisa mintamu membikinkan seporsi nasi goreng buatku.

Jakarta, Juli 1997

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: