TARIAN CERMIN

MENERIMA SURAT (2)

Posted on: April 17, 2007

– kepada Dianing

kita menjala langit dengan keyakinan
dengan tanda tanya yang belum sempat kita pecahkan
namun segalanya kita buat jadi roti dan kopi pagi
hingga kita merasa nikmat menyantapnya
tanpa harus tersentak dengan kenyataan-kenyataan pahit

segalanya telah kita siapkan: Air mata, luka,
bahkan kematian
karena dengan begitulah kita terbebas dari prasangka
dan ketakutan-ketakutan
sebab pada gilirannya memang kita harus tunduk
pada sejumlah suratan
setelah pintu-pintu telah tertutup

sekarang kita nikmati saja waktu
tanpa susu, tanpa gula
sebab hidup memang harus dimulai
dari sebuah titik nol
dengan begitulah kita menyadari benar
segala yang bernama perjuangan,
apa yang disebut pengorbanan

kita santap saja hari ini seperti melumat puisi
tanpa perlu memikirkan pulau atau rumah-rumah
yang telah kita rencanakan.

Jakarta, 6 Januari 1998

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: