TARIAN CERMIN

TENTANG TARIAN CERMIN

Kumpulan puisi bertajuk “Tarian Cermin” ini sebagian terbesar memuat puisi-puisi pada awal kepenyairan saya. Puisi-puisi itu saya biarkan seperti adanya, tidak saya ubah atau revisi lagi. Ini saya maksudkan untuk menunjukkan orisinalitasnya sebagai karya yang lahir pada waktu tertentu. Sebab, saya percaya, setiap kurun yang mencatat kelahiran puisi-puisi saya adalah sebuah masa yang mesti diberi tanda.

Pertimbangan utamanya begini. Saya sekarang, dari sudut kreativitas dan kematangan berkarya, jelas berbeda dengan saya yang dulu. Jika puisi-puisi itu saya ubah lagi sekarang, berarti yang muncul adalah “sosok” saya sekarang. Itu bisa mengakibatkan biografi kepenyairan saya dulu terbenam oleh sosok kekinian saya. Sehingga, pembaca, terutama pengkaji sastra, tidak bisa mengurut-urutkan perkembangan kreativitas saya sebagai penyair sejak awal sampai kini.

Tak masalah, mungkin ada karya saya dulu yang kurang bagus. Sebab, seperti saya ungkapkan di atas, niat saya membentangkan sejarah kepenyairan saya sendiri. Ini penting, tidak hanya bagi saya, juga bagi perkembangan sastra sendiri. Dunia kesusastraan akan kehilangan konteks sejarahnya ketika banyak sastrawan terlahir seolah-olah langsung mengusung karya-karya bagus.

Itu terjadi karena banyak sastrawan yang hanya menyertakan karya-karya bagus atau karya lama yang direvisi dalam konteks kini untuk buku. Pembaca tidak diberi kesempatan untuk mengikuti perkembangan dia sejak awal. Dengan kata lain, kini banyak orang menyembunyikan masa lalunya. Tapi saya tidak ingin seperti itu. Saya ingin memperlihatkan masa lalu kreativitas saya. Silakan disimak saja.

Puisi-puisi dalam kumpulan ini, sebagian pernah dimuat di media cetak yang terbit di Aceh maupun di luar Aceh. Terima kasih kepada koran-koran yang pernah memuatnya, tapi karena saya tidak cukup telaten mengumpulkan kliping, maka saya tidak bisa mengingat kapan persisnya puisi-puisi itu dimuat.

Terima kasih pula kepada Doel CP Allisah, ketua Aliansi Sastrawan Aceh, yang telah memfasilitasi penerbitan buku ini. Terima kasih pula kepada para sahabat yang telah turut mempengaruhi, mendorong, dan melecutkan kreativitas saya dalam berkarya.

Depok, 27 Maret 2007

Mustafa Ismail
tariancermin@gmail.com
———————

TENTANG SAYA:

MUSTAFA ISMAIL, lahir di Aceh, 25 Agustus 1971. Menulis puisi, cerpen, esai, dan resensi buku sejak 1991, yang dipublikasikan di berbagai media cetak, antara lain, Kompas, Media Indonesia, Koran Tempo, Republika, Suara Pembaruan, Jawa Pos, dan berbagai koran daerah.

Sebagian puisi terkumpul dalam sejumlah buku antologi, antara lain, “Banda Aceh” (1993), “Lambaian” (Antologi tujuh penyair Aceh, 1993), “Telah Turun Burung-Burung ke Irian Jaya (1994), antologi Puisi “Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka” (1995), antologi sastra “Seulawah” (Jakarta, 1995), “Kebangkitan Nusantara II” (1995), “Mimbar Penyair Abad 21” (DKJ-Balai Pustaka, 1996), dan “Songket” (1996), “Dalam Beku Waktu” (2002), “Aceh Dalam Puisi” (Syaamil, 2003), “Bisikan Kata, Teriakan Kota” (DKJ-Bentang Budaya, 2003), “Mahaduka Aceh” (2005), “Ziarah Ombak” (2005), “Lagu Kelu” (2006), “Jogja 5,9 Skala Richter” (2006), “Tanah Gayo dalam Puisi” (2006).

Cerpennya ditemukan dalam antologi “Yang Dibalut Lumut” (CWI, 2003), “Kota yang Bernama dan Tak Bernama” (DKJ-Bentang Budaya, 2003) dan “Dari Zefir Sampai Puncak Fujiyama” (Desember 2004). Esainya disertakan dalam antologi sastra Aceh “Seulawah” (Jakarta, 1995) dan buku kumpulan esai “Takdir-Takdir Fansuri” (2002). Menjadi editor buku antologi puisi “Syair Tsunami” (bersama LK Ara, 2006), editor kumpulan cerpen “Bayang Bulan di Pucuk Manggrove” (2006), editor antologi sastra “Dandelion” (bersama Ahmadun Yosi Herfanda, 2007).

Pada 1996, diundang oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk mengikuti forum pertemuan penyair muda se-Indonesia, “Mimbar Penyair Abad 21”, di Taman Ismail Marzuki, sekaligus membaca puisi dalam forum tersebut. Sejak 1997, bekerja sebagai jurnalis di Jakarta. Karya-karya lengkap dapat dilihat di blog: http://jalansetapak.wordpress.com

Iklan

2 Tanggapan to "TENTANG TARIAN CERMIN"

Salam buat Tarian Cermin

ckup mnarik………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: